Asia

Africa

/ / / / Tidur Itu Cita-Cita yang Tertunda, Wujudkan Mimpi Dengan Usaha Sendiri

Tahun telah berganti dan semua kehidupan pasti akan berubah. Harapan-harapan tahun kemarin yang belum terlaksana pasti akan terlaksana pada tahun ke depannya. Pasti setiap orang mengharapkan dirinya lebih baik dari tahun sebelumnya. Awal tahun baru merupakan waktu yang tepat guna mengevaluasi apa yang sudah kita capai di sepanjang tahun, namun yang lebih penting adalah melihat ke depan untuk merancang apa yang harus diraih di tahun mendatang.

Resolusi di tahun 2017. Hmm…. Apa ya? Semua orang pasti memiliki harapan yang lebih baik dari tahun kemarin, termasuk saya sendiri. Saya juga memiliki banyak harapan yang ingin saya capai di tahun ini. Harapan tersebut saya angankan dengan gambar dibawah ini.
Wujudkan Mimpi Dengan Usaha Sendiri
Tertidur untuk mempunyai mimpi (foto saya sendiri.hihihi)
Tidur? Why? Yap. untuk mencapai sebuah harapan yang besar maka anda perlu tidur terlebih dahulu. Tidur membuat orang bisa bermimpi, nah dari mimpi itulah yang menginspirasi saya untuk bisa berjuang sampai detik ini. Semua orang pasti memiliki mimpi, termasuk saya sendiri yang memiliki sejuta mimpi. Saya termasuk seorang mahasiswa semester 2, akan tetapi mimpi saya begitu besar. Mimpi saya di tahun 2017 yang paling ingin saya wujudkan adalah saya ingin mempunyai penghasilan sendiri tanpa merepotkan kedua orang tua lagi meskipun saya saat ini masih menjalankan pendidikan.


Dulunya setelah lulus MAN, saya sempat berfikir untuk bekerja, tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena memang saya melihat begitu besarnya biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah. Saya melihat orang tua, tidak tega rasanya bila harus membuat mereka mencarikan dana untuk biaya kuliah. Setelah itu debat antara ibu yang ingin mengkuliahkan saya semakin berkepanjangan, tapi akhirnya saya pasrah dengan keputusan ibu. Yaa konyol memang, yang saya pentingkan hanyalah ego saya yang masih kekanakan. Yang saya pikirkan hanyalah kerja, kerja dan kerja. Padahal jika kita pikir-pikir, pendidikan jauh lebih penting karena kita bisa memperoleh bekal ilmu daripada bekerja tapi belum mempunyai pengalaman apapun. Apalagi saya sendiri adalah seorang perempuan. Walaupun seorang perempuan saya tetap harus bisa memperoleh pendidikan yang tinggi karena saya sadar, saya kelak akan menjadi seorang ibu dan tugasnya adalah mendidik anak-sanak saya. Ada kata-kata penting yang menyadarkan saya untuk hal ini yaitu "Ibu yang cerdas menjadikan anak cerdas pula."

Sekilas cerita, saya terlahir dari keluarga yang sederhana. Memiliki empat saudara dan saya termasuk nomor 2. Memiliki banyak saudara memang menyenangkan, saya dapat bercerita dan berbagi pengalaman. Namun di lain sisi kedua orang tua saya harus bekerja dengan giat untuk menambah penghasilan dan membiayai pendidikan saudara-saudara saya. Memang itu merupakan kewajiban dari orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Belum lagi uang jajan kita. Ditambah saya kuliah diluar kota. Tentu hal itu bukan hal mudah untuk kedua orang tua saya. Biaya kos, makan, belum lagi nanti tugas-tugas kampus. Tapi semangat yang terpancar dari wajah mereka membuktikan segalanya. "Jangan jadi seperti kita, jadilah seseorang yang lebih sukses dan bantulah saudara-saudara kita" begitu yang selalu diucap kedua orang tua saya.  bahkan mereka berdua mengatakan seperti ini "Jangan hiraukan kita untuk mendapatkan penghasilan. Yang jelas selama itu halal dan untuk biaya anak-anak mencapai pendidikan yang lebih tinggi akan selalu diusahakan" ucap ibu. Haduh. luluh lantah rasa hati ini. buyar dan tetesan air mata dalam hatipun tak bisa terbentung. Ya dari awal memang berat rasanya untuk menerima keputusan orang tua untuk mengkuliahkan saya. Hari demi hari saya berfikir dan merenung, saya selalu diberi motivasi oleh kakak dan kedua orang tua saya. Alhamdulillah saya masuk ke Perguruan Negeri dan mengambil jurusan Ekonomi Syariah. Satu semester saya jalani dengan lancar, dan seiringan dengan hal itu saya bertekad untuk tetap berfikir bagaimana saya mendapatkan penghasilan sendiri untuk meringankan beban orang tua. Di sela kesibukan kuliah yang padat saya menyempatkan untuk menulis di Blog.

Saya sekarang mendapat penghasilan dari blog. Mungkin masih belum banyak namun setidaknya usaha saya ini nantinya akan bermanfaat dan berguna untuk saya. Kebisaan saya nge-Blog ini bermula dari pernikahan kakak saya, karena kakak ipar saya adalah seorang Blogger, hal itu menjadikan saya untuk belajar menulis di website. saya diajari olehnya, sedikit demi sedikit saya terus menekuninya dan Alhamdulillah kini saya telah mempunyai bekal ketrampilan yang diajarkan dari kakak ipar saya. Setelah mendapatkan bekal ketrampilan, saya mencoba mengikuti lomba-lomba blog, meskipun hasilnya belum seberapa tapi saya harus terus berusaha. Dan kini prinsip saya adalah kuliah tidak boleh menjadikan halangan bagi saya untuk tetap berpenghasilan namun tetap melanjutkan hingga lulus S1. Dan selain resolusi seperti diatas, dibawah ini semuanya menggambarkan #Resolusiku2017 saya, bahkan bukan hanya tahun 2017 saja namun bisa selanjutnya sampai tua nanti.
Hope dan Resolusi 2017
Sepertinya bagi saya dengan kondisi saya yang seperti ini, mungkin hanya mimpi. Namun saya percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin karena adanya niatan yang sungguh-sungguh dan juga usaha. “Man Jadda Wa Jadda” (Barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil).

Tulisan ini diikutkan dalam Hidayah-Art First Giveaway "Resolusi Tahun 2017 Yang Paling Ingin Saya Wujudkan"


«
Next

Posting Lebih Baru

»
Previous

Posting Lama

About Elvia Zahroq

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.